Selasa, November 20, 2012

SEBAB... MEKARMU HANYA SEKALI, SURAT CINTA UNTUK PUTRI TERCINTA (Selesai)


DAN KUMBANG TERPILIH MENYUNTINGMU

Cahaya cinta yang diberkati
Dibalut karunia dan ridha Ilahi
Inilah hari yang dinanti
Ketika madu suci temukan kumbang sejati
Menjaga dan memiliki wangimu dengan namaNya

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu itu!
Wahai putriku terkasih, telah datang seorang pemuda
berhati jernih ke hadapanku. Matanya yang jujur dan lisannya
yang santun telah memikatku untuk bertanya padanya. "Apa
yang kau inginkan dari putriku, wahai pemuda?". Dan ketika
dijawabnya bahwa ia inginkan engkau sebagai pendamping
hidupnya untuk bersama-sama mengabdi padaNya, aku bisa
tersenyum lega. Dan saat disampaikannya asa untuk memiliki
para generasi rabbani serta pejuang-pejuang mungil yang
akan lahir dari rahim sucimu, aku telah menangis bahagia di
dalam hati.
Sungguh, setelah perjuangan beratmu untuk tetap
bertahan di tengah padang yang penuh dengan ilalang liar
telah usai, maka sudah waktunya seekor kumbang yang
terpilih datang untuk menyuntingmu. Dengan pesona
wangimu yang suci, serta keanggunan dan kehormatanmu
yang terus kau jaga tanpa cela, telah menempatkan sosokmu
pada posisi wanita yang layak untuk dipilih. Namun satu hal
yang perlu kau ingat adalah, bahwa setelah mekarnya kuntum
milikmu itu, maka perjuangan belumlah usai. Pernikahan
adalah sebuah titik balik di mana medan perjuangan sudah
berubah. Kau bukan seorang gadis lagi. Tanggung jawab,
atensi serta wilayah perjuanganmu telah bertambah, kau
harus mulai memikirkan keluargamu, anak-anakmu, serta
suami. Maka, pesanku padamu, tetaplah kau jaga semerbak
wangi yang telah kau jaga selama ini.
Akhirnya, semoga Allah Subhaanahu wa ta'ala
senantiasa merahmati dan memberkahi pernikahanmu,
keluargamu serta seluruh keturunanmu kelak di kemudian
hari, sehingga pada waktunya nanti mereka juga akan tetap
mampu menjalani kehidupan di waktu dan jamannya masing-
masing sesuai dengan jalan Allah Subhaanahu wa ta'ala yang
telah ditentukan. Amin ya rabbal alamiin.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin


Sebab... Mekarmu Hanya Sekali, Haikal Hira Habibillah, Yayasan Al-Sofwa Jakarta

Tidak ada komentar: